Cekaman Tanah Masam Ultisols

>> Jumat, 02 April 2010

Tanah masam mempunyai nilai pH tanah rata-rata kurang dari 5.0. Tanah tersebut pada umumnya berwarna kemerahan dengan lapisan perakaran tanah umumnya miskin hara (miskin mineral dan bahan yang bisa mengikat unsur) (Suryatmana, 2000). Salah satu contoh tanah masam yaitu tanah Ultisol. Ultisol mendominasi dataran Indonesia dan umumnya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tanah ultisol memiliki kadar hara, kejenuhan basa dan kapasitas tukar kation yang rendah, serta konsentrasi Al, Fe dan Mn yang cukup tinggi. Logam dalam bentuk larut dengan jumlah yang berlebihan dapat merusak akar dan mengurangi hasil pertanian (Suryatmana, 2000).
Tanah Ultisol miskin unsur hara esensial makro seperti N, P, K, Ca, dan Mg; unsur hara mikro Zn, Mo, Cu, dan B, serta bahan organik (Taufiq, dkk. 2004). Gejala yang timbul pada kedelai yang ditanam pada tanah masam Ultisol menurut penelitian yang dilakukan oleh Putu, G (1993), kedelai akan tumbuh lambat dan pada keadaan yang parah akan menimbulkan kekerdilan pada tanaman, daun berwarna kuning, timbul khlorosis pada tulang daun serta pada fase awal (vegetatif) pertumbuhan akar terhambat dan bintil akar sedikit. Ultisol terbentuk pada lahan yang telah mengalami pencucian intensif rendah sehingga menyebabkan jumlah kation basa yang dapat dipertukarkan berkurang.
Menurut Ismail (1985), kemasaman pH tanah berhubungan erat dengan ketersediaan unsur hara. Pada tanah dengan pH rendah biasanya terjadi keracunan aluminium, Mn dan kekurangan unsur P dan Ca. Rendahnya pH tanah ini dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kedelai atau kacang-kacangan dan dalam batas-batas tertentu juga berpengaruh terhadap proses fikasasi nitrogen. Pertumbuhan rhizobium dan inisiasi pembentukan bintil akar dapat terhenti, nodulasi terhambat, dan pertumbuhan tanaman mengalami keterlambatan.

0 komentar: